Lembayung sore menghiasi langit biru
Suara angin menghembus menerjang pepohonan
Sinar warna-warni lampu menyala dari sudut hingga sudut perkotaan,
yang menghiasi sore berganti malam
Kelalawar terbang dari langit yang gelap, berpindah untuk mencari tempat istirahat
Kodok-kodok yang bernyanyi bersautan, menjadi partisipan dalam sebuah keramaian
Gemircik air hujan yang menyirami ketebalan tanah kuning
Dan malam tak terlihat bulan yang bersinar, hanya sinar warna-warni lampu yang menjadi bintang
Tak terhitung waktu berjalan dengan cepat
Tak terasa semua yang dijlankan dan dilakukan ini adalah sebuah pendidikan dan latihan dasar pamor angkatan xxv
Mendidik, melatih, serta menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas, yang dapat bersaing dikalangan sekitarnya
10 hari sudah kami bersama (anggota dan siswa pamor), susah, senang sepenanggungan itu yang dirasakan dalam dirinya masing-masing
Melintasi tepian jalur yang belum pernah dilakukan
Melintasi bukit-bukit yang berjajar dan tertera rapi dalam setiap perkebunan, dan
Genangan air, sungai kecil yang sering dilintasi dan dijadikan tempat mandi para siswa pamor angkatan xxv
Tapi,,, inilah diklatsar yang harus disebut petualang, kami melangkah ke dalam ruang ketidaktahuan. kami menyadari akan semua hal bahaya yang ada di sekeliling. Dan sebuah bukit-bukit liar yang terlenglang kami lewati, dan menatapnya dengan penuh resapan hati, cinta dan kasih sayang.
Banggakan sisa-sisa diklatsar ini dengan penuh rasa semangat, camkan dalam hati dan pikiran lirik lagu yang sering kalian alaunkan dalam setiap perjalanan ini. “kami datang untuk menggapai cita-cita, agar menjadi manusia yang berguna, halang rintang kan kami hadapi, sampai titik darah penghabisan. Berjuang-berjuang kalahkan rasa lelah, agar tercapai cita-cita”. jangan lepaskan perjuangan yang telah kalian lakukan. Kami yakin, kalian pasti bisa mengakhiri diklatsar ini.
- PUNCAK SAYANG KAAK MEKAR SALUYU -
_Jd 312____
Tidak ada komentar:
Posting Komentar