Minggu, 15 April 2012

Divisi Utama Junior Ivoba Bahana Peringkat Pertama

PAJAJARAN (GM) - Tim bola voli putri Bahana Bina Pakuan berhasil menduduki peringkat pertama Divisi Utama Junior Ivoba, setelah mengalahkan Tectona 3-1 (25-22, 25-16, 20-25, 25-20), dalam laga terakhir Kompetisi Junior Ivoba 2012 di GOR Pajajaran, Jln. Pajajaran, Minggu (15/4). Bahana berada di urutan pertama dengan poin 15, setelah mengalahkan Tectona, Alko, Wahana, Kharisma, dan Unitas. Pelatih Bahana Bina Pakuan, Salman Gusniavi mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya, termasuk saat mengalahkan Tectona. "Saya puas penampilan anak-anak yang selalu maksimal. Dalam pertandingan kali ini mereka tampil memuaskan. Secara keseluruhan permainan tadi seimbang hingga berjalan seru. Mungkin dari segi pengalaman, kita di atas mereka hingga bisa menang," katanya. Menurut Salman, pada set ketiga anak asuhnya kalah karena banyak melakukan kesalahan. Sementara Tectona tampil percaya diri untuk mengejar ketinggalan di set pertama dan kedua. "Set ketiga kita kalah karena anak-anak banyak melakukan kesalahan, terutama pada bola pertama," ujarnya. Sementara pelatih Tectona, Oktavian mengatakan, kekalahan timnya karena anak suhnya tidak menjalankan instruksinya. Akibatnya anak-anak Bahana dengan leluasa menguasai pertandingan. "Dalam bermain tadi anak-anak tidak menjalankan instruksi yang saya berikan, hingga lawan lebih menguasai pertandingan. Dari segi pertahanan dan penguasaan lapangan anak-anak juga down hingga komunikasi tidak berkembang, "ujarnya. Sejak set pertama dimulai, putri Bahana terus mendominasi pertahanan lawan. Meski Tectona berusaha memberikan perlawanan dan mengejar skor, anak-anak asuhan Salman tetap mampu memenangkan set pertama dengan skor 25-22. Menang di set pertama membuat Bahana makin bersemangat. Melalui serve dan smes yang sulit diantisipasi anak-anak Tectona, Bahana terus meraih poin dan memenangkan pertandingan dengan skor 25-16. Kalah di set pertama dan kedua membuat Tectona mencoba bangkit di set ke-3. Melalui smes-smes keras, Novia dkk. terus meraih poin. Di pihak lawan, Bahana pun tidak tinggal diam. Mereka terus mengejar raihan angka. Sayang pada set ini, Tectona memenangkan pertandingan dengan skor 25-20. Memasuki set keempat, kedua tim habis-habisan. Anak-anak Tectona berusaha bermain full untuk menyamakan kedudukan. Sayang usaha anak asuhan Octavian harus kalah setelah skor berakhir 25-20 untuk kemenangan Bahana. (B.97/doli.job)**

Renang Gubernur Cup Kota Bandung Juara Umum

SETIABUDHI (GM) - Kota Bandung tampil sebagai juara umum Kejuaraan Renang Gubernur Cup 2012 yang berakhir di Kolam Renang UPI, Jln. Setiabudhi Bandung, Minggu (15/4). Kota Bandung menjadi juara umum setelah berhasil mengumpulkan 26 medali emas, 16 perak, dan 23 perunggu. Peringkat dua ditempati Kabupaten Bandung dengan 19 emas, 31 perak, dan 29 perunggu. Sedangkan Kabupaten Tasikmalaya finis di peringkat tiga dengan mendulang 7 emas dan 4 perak. Emas bagi Kota Bandung di hari terakhir di antaranya disumbangkan Dion Melvern di nomor 100 meter gaya dada KU II putra, Andarining Paluppi (100 meter gaya dada KU II putri), dan Monalisa Arieswati (1.500 meter gaya bebas dan 200 meter gaya bebas). Perenang Kota Bandung, Monalisa Arieswati menjadi perenang yang paling banyak menyumbangkan emas, yakni 12. "Pada kejuaraan ini, saya mengikuti 12 nomor dan hasilnya saya bisa merebut 12 medali emas," ujar Monalisa kepada "GM" kemarin. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengcab PRSI Kota Bandung, Aam Nuryaman mengatakan, hasil ini merupakan jerih payah klub-klub yang tak pernah lelah untuk membina dan menghasilkan atlet-atlet berpotensi. "Semoga hasil ini bisa menjadi motivasi untuk anak-anak agar terus berprestasi," ungkapnya. (B.111/doli.job)**

Selasa, 10 April 2012

CURUG CIKASO
Kabupaten Sukabumi terkenal kaya dengan wisata alamnya. Mulai dari pantai hingga pegunungannya. Salah satu wisata alam yang mulai dikelola dengan baik adalah Curug Cikaso. Air terjun dengan ketinggian hampir 80 meter ini terdiri dari 3 air terjun dan lebar tebingnya hampir 100 meter. Curug Cikaso sebenarnya bernama Curug Luhur, dan ada juga yang menyebutnya curug Ciniti sesuai nama kampungnya. Karena curug ini mengalir dari anak sungai Cikaso yang bernama Cicurug, namun oleh kebanyakan orang, curug ini lebih dikenal dengan nama Curug Cikaso. Curug Cikaso terbentuk dari tiga titik air terjun yang berdampingan dalam satu lokasi dengan di bagian bawahnya terdapat kolam dengan warna airnya hijau kebiru-biruan. Kedua titik air terjun dapat terlihat dengan jelas sedangkan yang satu agak tersembunyi dengan tebing yang menghadap ke timur. Curug Cikaso berada di kampung Ciniti, kelurahan Cibitung, kecamatan Cibitung – Jampang Kulon. Untuk mencapainya selain berjalan kaki menyusuri pematang sawah, dapat juga dicapai dengan naik perahu motor. Biasanya para tamu setelah melapor ke loket tiket masuk, langsung disodorkan 2 buah tiket yaitu tiket masuk sebesar Rp 2.000,- per orang dan satu paket perahu motor sebesar Rp 80.000,- untuk pergi pulang. Satu perahu berkapasitas maksimal 10 orang. Perahu motor tersebut akan menunggu para pengunjung selama 3 jam. Setelah membayar tiket masuk, pengunjung langsung naik perahu yang sudah siap di bantaran sungai. Kemudian perahu langsung berjalan melewati sungai Cikaso selama 5 menit lalu masuk ke anak sungai Cikaso yang dialiri air dari air terjun. Kemudian pengunjung diturunkan di bantaran sungai dan masuk ke dalam area air terjun. Dari jauh sudah terdengar deburan limpahan air yang terjun dari ketinggian. Sebentar saja berjalan, terpampanglah lukisan alam nan cantik. Berjarak tempuh sekitar +/- 70 km dari Palabuhanratu. atau +/- 250 km dari Bandung dengan waktu tempuh sekitar 6-7 jam waktu perjalanan. Umumnya perjalanan menuju Curug Cikaso diawali dari kota kecil Surade yang memakan waktu tempuh sekitar setengah jam (berjarak tempuh sekitar 12 km) hingga tiba di pertigaan Jalan Cikaso dengan kondisi jalan yang berliku dan baik, namun di akhir perjalanan akan ditemui kondisi jalan mulai berbatu. Bagi yang menggunakan kendaraan umum dapat naik angkot dari kota Surade dengan rute Surade - Cikaso. Tarif angkot ini Rp 6000 per orang. Turun di Jalan Raya Cikaso, di simpang tiga menuju curug. Dari Simpang tiga ini perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 2 km menuju lokasi melewati pematang sawah dan ladang penduduk. Atau juga bisa menumpang truk pasir yang biasa lewat menuju curug ini. Selain itu dapat juga menggunakan sampan dengan menyusuri sungai Cikaso. Sampan ini banyak tersedia di sekitar Jembatan Cikaso. Waktu tempuh sekitar 15 menit dari warung dekat pertigaan atau persimpangan jalan menuju Curug Cikaso dan Curug Cigangsa. Harga sewa sampan sekitar Rp. 70.000/sampan (untuk 12 penumpang). Setelah sampai di dekat tepian daratan menuju curug, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sejauh 100 m hingga tiba di lokasi curug. (P.312/net)**

Minggu, 08 April 2012

Petenis Meja Putri Ancol Barat Juara Turnamen Tenis Meja Telkom 2012

(juara petenis pelajar putri, berfoto bersama panitia. usai pemabagian trofi dalam laga Turnamen Tenis Meja Telkom 2012). GEGERKALONG, (GM).- Petenis Meja Putri Ancol Barat, Titin Aidah berhasil merebut juara pertama, setelah mengalahkan petenis meja Sansibar Tasikmalaya, Meli dengan skor 3-1 (11-8, 11-6, 7-11, 11-9), dalam laga Final Turnamen Tenis Meja Telkom 2012 yang digelar di kampus Learning Center Telkom, Jln. Geger Kalong Hilir, Bandung, Minggu (8/4). Dalam pertandingan ini, kedua pemain tampil ngotot untuk merebut trofi juara. Menurut Titin aidah, Usai pertandingan kepada "GM", Permainan tadi, memang agak dag-dig-dug, karena melihat dari lawan (meli, red) juga bermain bagus dan semangat untuk memenangkan laga final ini. "Pertandingan tadi sangat sulit, karena lawan pun (meli, red) bermain sangat bagus, di set ketiga pun lawan bisa memenangkan permainan tadi", Katanya. Diakui Titin, pada pertandingan tadi, sejak set pertama dan kedua merasa tenang karena sudah unggul, namun di set ketiga dan keempat, dirinya juga sempat tegang. karena lawan sudah mulai menemukan kelemahan permaianannya, dan berusaha untuk mengejar poin, namun saya masih bisa mengatasinya dan merasa senang sekali bisa menjadi juara di turnamen ini. Sementara itu Petenis meja Putri Sansibar Tasikmalaya, Meli menuturkan, "permainan tadi cukup seru, dari lawan pun memang bagus serangannya. Dalam bermain tadi saya merasa tegang, dan susah untuk semangat mengejar ketinggalan poin. Apalagi di set pertama dan kedua saya merasa tidak tenang, tetapi di set ketiga bisa menang, karena sudah menemukan sedikit-sedikit permainan dari lawan. Meski usaha saya di set keempat gagal, namun saya cukup puas", ujarnya. Sejak set pertama, kedua pemain terlihat menunjukan permainan terbaiknya. Petenis Ancol Barat, Titin berusaha menyerang dan terus melakukan serve dan smes yang sangat tajam untuk membuahkan poin. hasilnya, set pertama titin unggul dengan poin 11-8. Memasuki set kedua, permainan kedua pemain terlihat begitu seru, titin terlihat terus mendominasi lawan lewat smes-smes yang akurat. set kedua ini titin tetap unggul, dengan poin 11-6. Meski kalah di set kedua, Meli terus memompa semangat dan mencoba berusaha untuk menekan lawan, melalui smes-smes yang tajam dan serve yang akurat. titin pun terlihat bermain bertahan, dan kurang bisa memberikan perlawanan. set ketiga Meli memenangkan pertandingan dengan poin 11-7. Pada set terakhir ini, kedua pemain terlihat sengit untuk menyelesaikan permainannya dan saling membalas lewat smes-smes yang akurat. Meski meli berusaha bangkit dan terus menekan untuk mengejar ketinggalan poin. Namun, titin sangat tenang untuk memberikan perlawanan dan bisa memenangkan set keempat dengan poin 11-9. Sementara itu pertandingan laga final di kelompok Putra umum, Yon Mardiono (pelabuhan 3 Bersaudara) menang atas Jely Dacosta (pelabuhan 3 bersaudara) dengan skor 3-1 (13-15, 11-5, 11-5, 11-8). sedangkan di kelompok pelajar Putri, Ade Kharisma (SMAN 13 Bandung) kalah atas Titin (SMP Alqutwah Jakarta) 0-3, (6-11, 1-11, 9-11), dan kelompok pelajar putra Egi (SMAN 13 Bandung) menang atas Lucki (SMAN 13 Bandung) 3-2 (12-10, 9-11, 18-16, 9-11, 11-6). (doli.job)**

Senin, 26 Maret 2012

Sunset

perahu nelayan yang terlihat begitu menawan, karena teriringi oleh cahaya matahari saat akan terbenam. perahu itu akan berlabuh di lokasi yang akan di tujunya. tetapi, tidak terlihat apakah yang mereka (para nelayan) dapatkan untuk di bawa pulang, atau mungkin mereka pulang dengan tidak membawa apa-apa. sungguh perjuangan nelayan, yang telah berlayar beberapa hari untuk mencari sesuatu. kita tidak bisa menebak, ketika mereka harus bergelut dengan derasnya ombak, gelombang tinggi, atau mungkin angin yang menghembus kencang. mereka melakukan seperti itu, bukan berarti mereka tak memikirkan apa-apa. tetapi, mereka mencoba untuk memulai hidup, bukan untuk bekerja. -gambar di ambil di pantai caringin pada bulan juni 2011- -camera canon 400d-